Tukang sewa Gimbot/Gamewatch ternyata masih ada…

MAYORITAS anak-anak yang hidup di zaman teknologi canggih seperti sekarang ini mungkin sedikit lupa dengan jenis permainan Game Watch. Pasalnya Game Watch menjadi jenis permainan yang langka ditemui karena terkalahkan dengan kemunculan jenis permainan yang lebih seru dan menantang seperti Play Station. Bahkan anak-anak sekarang mungkin saja akan meninggalkan permainan lamanya kalau seandainya ada jenis permainan baru yang lebih mengasyikan.
Seperti halnya yang dilakukan Wahyudi (28), dirinya sedang menunggu anak-anak kampung menyewa mainan Game Watch miliknya beberapa waktu lalu di kawasan padat penduduk kampung Pasar, Kec. Cicalengka, Kab. Bandung.

Menurutnya, sekarang tukang sewa mainan Game Watch di kecamatan Cicalengka tidak terlalu banyak ditambah kurang digandrungi peminatnya. Untuk itu, Wahyudi mengeluhkan dengan perkembangan mainan sekarang ini. menurutnya anak-anak lebih tertarik pada Play Station dibandingkan Game Watch. “Sekarang ini Game Watch kurang diminati anak-anak karena adanya Play Station, tapi walaupun begitu masih saja ada anak-anak yang mau main,” ucapnya menghibur diri.

Sembilan tahun lebih Wahyudin bergelut dalam bisnis rental Game Watch. interest citanya sudah banyak menyatu bersama sebuah kotak dari kayu berukuran sekitar 50×40 cm yang berisikan 5 buah Game Watch dan batre Accu 5 Ampher.

Jika sedang beruntung, dalam sehari Mulyadi bisa membawa pulang uang Rp.50 ribu. Setiap satu unitnya ia sewakan dengan tarif Rp.500. “Hanya limaratus rupiah saja per-sepuluh menitnya,” akunya.

Aktivitas Wahyudi biasanya dimulai dari pukul 8 pagi sampai menjelang Maghrib. Dirinya memilih mangkal disetiap Sekolah Dasar (SD) di Cicalengka. Terkadang ketika ia akan pulang kerumahnya di Kebon Kapas masih ia sempatkan untuk singgah di pusat keramaian kampung. Dengan harapan banyak anak-anak yang menyewa mainan Game watch miliknya.

Game Watch yang direntalkannya ini dibeli dengan harga Rp90 ribu per unit dengan kekuatan sekitar 5 tahunan. Tetapi menurut Wahyudi Game Watch yang dijual sekarang ini kebanyakan barang lokal bukan dari luar negeri. “Game Watch buatan luar sudah jarang dan mahal,” katanya.

Saat ini tukang rental Game Watch sudah langka terlihat di kesibukan masyarakat. “Di Cicalengka saja hanya dua orang, saya dan adik saya yang bekerja seperti ini,” katanya disela-sela kesibukan memperhatikan anak-anak yang merental Game Watch.

5 Responses to “Tukang sewa Gimbot/Gamewatch ternyata masih ada…”


  1. 1 ilham ichwanul 28/02/2011 pukul 8:40 am

    aku pernah maen game watch ini waktu SD taun 90an…
    hanya rp.100,- sampe game over. jadi kangen maen game watch…🙂 pertahankan bang rental game watch… biar jadul kita bernostalgia ke jadul lagi….

  2. 2 Pulau Tidung 19/10/2012 pukul 10:56 pm

    Waktu masih SD saya sering main game itu ,sekarang sudah gak ada di kampungku .

  3. 3 abdullah 04/12/2012 pukul 10:02 am

    inget waktu kelas 4 sd sekitar tahun 79, nyewa gimbot pas istirahat..25 rupiah perjamnya ….™ђёe..ђёe..ђёe..ђёe..™

  4. 4 pulsa 14/02/2013 pukul 2:44 pm

    weeww mainan sd bgt nih !

  5. 5 Abi Ashilla 13/09/2013 pukul 6:55 pm

    i love gimbot……….. tak tergantikan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: